Innalillahiwainnailaihiroji’un.. Telah berpulang ke Rahmatullah mantan ibu Kepala Sekolah SMP 4 Puspiptek almh. Tuty Sumartuti yang juga ibunda dari teman kita Nia Daniarti , almarhumah meninggal dunia pukul 16.10 wkt Madinah dan dimakamkan di Baqe Madinah.. Mohon dimaafkan segala kesalahannya.. Dan mohon doanya teman-teman semoga almarhumah diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT.. Amin.. with Maulvi, Alfa, Puti, Santoso Arief, Yudhie, Nyonyo, Herizka, sadriz, Sarah, and Elsa Yulia – Read on Path.
How many pages you were on..
It never ends I keep turning..
And line after line and you are there again..
I don’t know how to let you go..
You are so deep down in my soul..
I feel helpless so hopeless..
Its a door that never closes..
I don’t know how to do this..
| — | I still miss you and keep missing you my end…….. |
We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine
Now you wanna be free
So I’ll let you fly
‘Cause I know in my heart babe
Our love will never die
You’ll always be a part of me
I’m part of you indefinitely
Boy don’t you know you can’t escape me
Ooh darling ‘cause you’ll always be my baby
And we’ll linger on
Time can’t erase a feeling this strong
No way you’re never gonna shake me
Ooh darling ‘cause you’ll always be my baby
I ain’t gonna cry no
And I won’t beg you to stay
If you’re determined to leave boy
I will not stand in your way
But inevitably
You’ll be back again
‘Cause you know in your heart babe
Our love will never end
I know that you’ll be back boy
When your days and your nights get a little bit colder
I know that you’ll be right back baby
Oh baby believe me it’s only a matter of time
| — | it’s always for my end…………………. :) |
Tentang luka yang tersisa,
air mata yang tersembunyi,
tentang ketawa yang pura-pura,
senyuman yang jelas direka.
kau sendiri tahu,
terkadang matamu pun tak mampu menipu.
seperti hatimu yang tak selalu kuat bertahan,
dan senyummu yang tak ikhlas,
serta tawamu yang kedengaran janggal.
aku tahu,
kau sedang bergelut.
memang ianya tak mudah.
dan tak lah ianya terlalu sukar.
cuma,
bila ianya adalah soal perasaan.
sesuatu yang tak kelihatan,
maka ia adalah hal tentang masa dan penerimaan.
| — |
dan terkadang, ia memang terpaksa kau jalani sendiri, atau cuma berdua. kau dan DIA. (via tersenyum-melihat-langit) |
tetap mencintaimu…
tetap memiliki harap kalau akulah tempatmu untuk pulang…
tetap duduk bersama semua kenangan tentangmu…
tetap membawa namamu dalam doa-doaku…
dan semua masih tetap kamu…
hanya kamu…
Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan
gerbang tak berujungku mengenal hidup, Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan
dahagaku dalam cinta tak bermuara
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari
kata pertama di cakrawala aksara, Kau hadir dalam ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian, gerakmu tiada pasti
Namun, aku terus disini, Mencintaimu…
Entah kenapa…
(Rindu Ade)
| — | for my dearest end………………… :( |
Sebuah Pesan Sederhana dari Perempuan
“Kepadamu lelaki,
ada yang perlu kau pahami,
Sebaik hati memahami rasa yang mampir tiba-tiba.”
Tuan, terkadang perempuan memang suka melupa.
Bahwa dunia ini bukanlah tersusun dari apa yang ada di hati saja.
Perempuan terkadang suka tak ingat,
bahwa pada banyak hal yang menggunakan akal,
logika tetap adalah kepalanya.
Namun,
itu sama sekali tak berarti
kami adalah makhluk yang selalu pakai hati,
dan tak mampu menggunakan otak kami.
Maka, jika menurutmu perempuan suka mencari masalah atas hal-hal kecil yang tak layak dijadikan masalah,
aku berpesan satu saja padamu :
“Bila tak mampu mengerti kami dengan utuh,
cintai saja kami dengan baik,
sebaik yang kau mampu,
sebaik hatimu bisa merasa cinta.”
Semoga itu cukup sederhana.
Kalibata, 25 April 2013
- Tia Setiawati Priatna
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit
Yang takkan mungkin aku ungkapkan
Kusimpan erat perasaanku
Meski ada pengganti…
| — | (via alittleheartandruh) |


